ANGKAT TEMA "STOP BULLYING DI SEKOLAH", JDIH TANJUNGPINANG BERBAGI ILMU DI SLBN 1 TANJUNGPINANG

1709873775.jpg

Kota Tanjungpinang - Tingginya antusiasme terhadap penyelenggaran program JDIH Berbagi Ilmu yang hadir di sekolah-sekolah menjadi tantangan JDIH Kota Tanjungpinang untuk menyasar ke berbagai tingkatan sekolah di Kota Tanjungpinang. Setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di tiga sekolah, Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang kembali melaksanakan kegiatan Pembelajaran Hukum dengan menyambangi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Tanjungpinang yang berlokasi di Jalan Kijang Lama KM. 7 Kelurahan Melayu Kota Piring pada Kamis (7/3).

Kepala Bagian Hukum, Lia Adhayatni, S.H., M.H, menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada SLB Negeri 1 Tanjungpinang yang telah memberikan ruang dalam kegiatan tersebut. "Hari ini kami sangat berbahagia dan terharu karena bisa mengisi acara di SLB Negeri 1 ini. Maraknya aksi bullying di sekolah turut menjadi perhatian Bagian Hukum Pemerintah Kota Tanjungpinang, sehingga JDIH Berbagi Ilmu hadir disini untuk turut membina dan memberikan motivasi kepada anak-anak kita agar tidak melakukan aksi bullying dan menumbuhkan sikap saling menyayangi antar sesama teman. Semoga apa yang disampaikan dapat bermanfaat untuk kakak-kakak, adik-adik dan Bapak/Ibu yang ada disini", ungkapnya.

Mengangkat tema "Stop Bullying di Sekolah", JDIH Tanjungpinang berkolaborasi bersama Penyuluh Hukum Ahli Madya dari Kanwil Kemenkumham Kepulauan Riau, Siska Sukmawaty, S.H., M.H. sebagai pemateri. Kegiatan yang diikuti oleh peserta didik dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas ini diikuti dengan semangat oleh para siswa dengan diselingi interaksi dan nyanyian bersama dengan seluruh peserta.

Siska mengungkapkan kebanggaannya bisa hadir menjadi pemateri pada kegiatan tersebut. "Ini merupakan kesempatan istimewa dan kali pertama Penyuluh Hukum menyuluh kepada anak-anak yang istimewa", imbuhnya.

Siska juga menyampaikan bahwa bullying atau perundungan merupakan tindakan yang harus dijauhi oleh anak-anak. "Bullying merupakan tindakan mengganggu atau merupakan perbuatan kasar yang dapat merugikan korban maupun pelaku. Anak-anak istimewa ini dapat memahami bahwa bullying ini harus dihentikan, mereka juga berbagi bahwa masih ada teman-teman yang melakukan bullying dan mereka berkomitmen untuk tidak melakukannya lagi", tutupnya.

Dilihat : 59
08 Mar 2024 11:51:07
AAN MARETTA WIBAWA, S.Kom